Search

Tampilkan postingan dengan label Distro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Distro. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 September 2011

Apakah Dreamcatcher Itu?











Dream catcher atau penangkap mimpi berakar pada tradisi orang-orang penduduk pribumi Amerika (Indian) menggantungkan sebuah jaring-jaring simbolis di atas tubuh seseorang yang tidur untuk melindunginya dari mimpi buruk. Sebuah dream catcher terbuat dari sebuah simpul kayu berbentuk lingkaran yang di dalamnya terdapat sebuah jaring anyaman dengan lubang di tengahnya. Di bagian bawah lingkaran kayu itu terdapat dua atau lebih bulu yang tergantung-gantung. Dengan digantungkan di atas orang yang sedang bermimpi, dream catcher akan menyaring mimpi-mimpi dari udara malam, dan hanya akan membiarkan mimpi-mimpi yang baik dan pesan-pesan yang penting saja yang masuk ke dalam orang tersebut.
Ada banyak sekali legenda-legenda indah mengenai asal usul dream catcher ini, yang menceritakan apa yang bisa dilakukan oleh penangkap mimpi itu. Indian Lakota, misalnya, mempercayai bahwa mimpi yang baik ditangkap untuk menjadi bagian dari jaringan kehidupan, sementara mimpi-mimpi buruk akan lewat begitu saja melalui lubang yang ada di tengah penangkap mimpi. Legenda suku Navajo, Ojibwe, dan Chippewa menyatakan bahwa jaring itu menangkap mimpi buruk, mencegahnya masuk ke dalam impian, sementara mimpi-mimpi yang baik akan lewat melalui lubang di tengahnya. Dalam legenda ini, sinar matahari pagi akan memurnikan jaring itu dari mimpi-mimpi buruk yang ditangkapnya semalam. Penangkap mimpi untuk anak-anak dengan legenda yang disebut terakhir ini memiliki sebuah bulu di lubang tengahnya sehingga mimpi-mimpi yang baik bisa masuk ke dalam bulu itu dan masuk ke dalam mimpi.
Penangkap mimpi tradisional memiliki delapan titik tempat jaring menempel pada lingkaran, hal ini melambangkan delapan kaki laba-laba. Laba-laba melambangkan energi penciptaan kaum wanita, kebijaksanaan, dan pembelajaran. Dalam kebudayaan orang Indian, penangkap mimpi sangat penting untuk digantungkan di atas tempat tidur bayi supaya bayi terlindung dari mimpi buruk atau “angin jahat” (energi yang buruk). Penangkap-penangkap mimpi ini, kesemuanya dibuat dari simpai dan urat jaring pohon willow, tidak dibuat untuk dipakai selamanya. Ketika si anak tumbuh dewasa, penangkap mimpi ini biasanya diganti dengan yang baru untuk siklus kehidupan si anak berikutnya.
Meskipun gagasan tentang mimpi merupakan gagasan yang umum dikaitkan dengan dream catcher, tampaknya tujuan pemaknaan yang sesungguhnya dari penangkap mimpi ini lebih luas lagi. Legenda suku Lakota, misalnya, meyakini bahwa selama perjalanan kehidupan banyak kekuatan yang bisa menghalangi kesadaran atas Roh Besar. Keyakinan pada Roh Besar bisa membuat penangkap mimpi tidak hanya akan menangkap mimpi-mimpi baik namun juga visi, gagasan, dan peluang yang baik yang bisa membantu seseorang mencapai tujuan dan cita-citanya. Oleh karena itu, dream catcher tidak hanya berguna untuk tidur saja, namun lebih merupakan totem atau jimat yang dipercaya oleh sementara orang bisa memusatkan energi baik dan menghilangkan energi negatif.
Dewasa ini, dream catcher telah diadopsi dan dipopulerkan di kebudayaan Barat sebagai sebuah benda hiasan dan alat New Age. Anda bisa menemukan dream catcher di internet dan toko-toko barang-barang hadiah istimewa.

Rabu, 18 Mei 2011

Mengenal Peralatan untuk Sablon Kaos

Untuk anda yang ingin membuat sablon dan desain kaos sendiri, berikut cara dan peralatan yang diperlukan untuk sablon:

Obat Afdruk Dasar

- Ulano TZ
- Ulano 5 (untuk hapus afdrukan)
- Ulano 8 (untuk hapus noda bayangan)

Obat Sablon Dasar.

1. Untuk Sablon KAIN PUTIH
- Pasta Medium/Extender, atau bikin sendiri (pakai PTF+air+mixer)
- Binder (anti luntur) disesuaikan kainnya.
- Biang Warna alias Pigment.

2. Untuk Sablon KAIN GELAP
- Orient Paste
- Binder (anti luntur) disesuaikan kainnya.
- Biang Warna alias Pigment.
desain kaos
Lain Lain
- Plangkan 30x40/Screen T55
- Rakel
- Catok (Penjepit Plangkan)


yang diperlukan buat nyablon euy :

Alat yg diperlukan :
1. Meja Sablon
2. Screen untuk kaos bervariasi mulai dari 61T-77T, saya biasa pakai yg 61T, semakin  
    besar angkanya semakin rapat pori2 kain screen-nya.
3. Rakel, ini untuk menyapu tinta
4. Hair Dryer, untuk mengeringkan afdruk-an
5. Semprotan Air
6. Triplek


Bahan yg diperlukan :
1. Obat Afdruk untuk membuat film yg akan di-sablon, saya biasa beli merk Bremol harga 
    14rb, murah dan bagus, kalo untuk order yg sampe 100 ke atas pake Ulano harga  
    40rban biar lebih kuat.
2. Pasta Putih Kilap SP untuk menyablon dengan warna putih di kaos gelap.
3. Pasta Warna Rip 88 untuk campuran dengan biang tinta atau pigmen.
4. Biang tinta harga 7.000-10.000, warna macem2 banyak.
5. Bayclin(pemutih) n sabun colek, untuk membersihkan screen setelah me-nyablon.


nyablon yg paling penting tu mnurut gw pas bikin filmnya, terutama timing pas penyinaran, setting yg gw pake 5 menit dg. desain meja yg atasnya di taro kaca dg. ketebalan 0.5 cm...

Ok selamat menyablon dan desain kaos ya bro
sumber:navatuclothing.blogspot.com

Selasa, 17 Mei 2011

Kaus, Penampung Pesan Unik



  • Oleh Isyana Artharini
    Ekspresi unik di kaus T-shirt ternyata sudah menjadi salah satu kekhasan budaya pop Indonesia. Lewat kaus, orang bisa menyampaikan apa saja: mulai dari ungkapan lucu/parodi, pesan sosial, hingga kampanye pemilihan kepala daerah.
    Kaus juga punya peran dalam mendukung tumbuhnya kultur distro (distribution outlet) di kota-kota besar di Indonesia. Semua inilah yang kemudian diangkat oleh kelompok seniman RuangRupa dalam pameran Dysfashional #6 Jakarta di Galeri Nasional Jakarta, 8-15 Mei.
    Pameran yang digelar dalam rangka Festival Musim Semi Perancis itu mempresentasikan visi para perancang dan seniman akan konsep mode (fashion). Oleh kurator Luca Marchetti dan Emanuele Quinz, pameran kali ini bertujuan memamerkan mode tanpa menampilkan produk.
    Bahwa mode berhubungan erat dengan ekspresi, baik milik personal maupun masyarakat secara kolektif, terejawantahkan dengan sempurna lewat medium kaus. Kaus menjadi bagian dari penampung pesan di ruang publik tersebut.
    Dalam pameran itu, RuangRupa juga menampilkan kumpulan foto dari majalah-majalah Aktuil bekas yang menunjukkan bahwa sudah sejak lama kaus menjadi bagian dari kultur pemberontakan.
    Salah satu yang menjadi bukti kuatnya kaus sebagai medium penyampai pesan adalah ragam kaus Benyamin Sueb yang mereka pamerkan. Wajah Benyamin ditempelkan pada ilustrasi sosok Bruce Lee, Che Guevara, Osama bin Laden, Einstein, Terminator, sampai vokalis The Doors, Jim Morrison.
    Lewat contoh Benyamin Sueb ini, RuangRupa ingin menunjukkan bahwa saking kuatnya kaus, ia bisa menggulingkan sosok “pahlawan” internasional dan menggantinya dengan karakter idola lokal.
    Budaya produksi kaus pun memiliki nilai ekonomi tersendiri. Industri sablon rumahan sudah menjadi salah satu usaha kecil dan menengah yang menguntungkan, populer dan mudah ditemui di kota-kota besar. Ini membuktikan, popularitas kaus sudah menjadi subkultur urban yang kuat di Indonesia, baik secara ekonomi maupun sosial.

Minggu, 27 Maret 2011

Proses Singkat Dalam Pembuatan Kaos Distro


Kaos Distro – Melihat proses sederhana bagaimana membuat sebuah kaos distro. Kelihatannya simpel, tapi perlu ketekunan karena memang membikin kaos distro tidak bisa sembarangan seperti bikin kaos pemilu.


Memilih Bahan
Utk bahan,  saya sarankan Anda bikin dari cotton combed. Mengingat kaos distro kekuatannya selain ada di desain ada di kualitas bahan. Mengapa demikian, karena kaos distro lebih segmented. Umumnya orang yg punya duit dan educated yg beli. Jadi jangan main-main kalau cari bahan.

Pemotongan
Setelah bahan didapat, barulah dipotong sesuai dgn ukurannya,  bisa S, M atau L serta XL. Ini suka-suka saja. Jika ingin memulai, mulailah dari All Size dulu atau L diperbanyak. Selain itu, jangan bikin massal, bikin aja limited edition dan tentukan marketnya.

Design
Hmmm, ini bagian yg menarik. DESIGN. Ini perlu inspirasi dan pemahaman yg baik akan kebutuhan customer. Jika desainnya dapat memotret keinginan pasar, yakinlah berapapun produk akan ludes. Ada dua tools penting, pertama tentang seluk beluk desain, yg kedua alatnya. Kuasai Corel + Photoshop, boleh juga yg mau agak ribet masuk ke Adobe Illustrator. Saya sangat suka dgn Corel + Photoshop. Dua ini sudah cukup, yg paling penting adalah designnya. Ada 3 yg perlu didesain, logo, packaging dan gambar dikaosnya. Ketiganya sangat penting

Penyablonan
Sablon dapat dikelola sendiri atau dimakloon. Ada berbagai macam teknik sablon, mulai waterbase sampai yg gradasi. Pilih tukang sablon kaos yg berpengalaman.

Penjahitan
Setelah dilakukan sablon, baru dijahit.Cari penjahit yg berpengalaman menjahit kaos, biar kaos awet dan tidak robek jika digunakan gerak. Kualitas jahitan bisa dilihat dari kerapian dan kerapatan jahitan.

Packaging
Woww, sudah jadi deh kaos distro nya. Agar tampak cantik, bikinlah packaging yg ciamik, Packaging yg unik akan membantu pemasaran kaos.

Ok, semoga membantu kami yg mau masuk industri clothing. Jangan lupa, marketing, marketing dan marketing….

Sumber:  Revolta

Kamis, 29 Oktober 2009

Fenomena Distro

Apa sih distro itu pak ? pertanyaan itu yang sering di lontarkan ke saya. Kadang bingung juga saya menjawabnya. Mungkin sekilas saya dapat ceritakan seperti ini .

Distro atau distribution store pada awal sejarah di dirikannya ( sekitar tahun 1994 oleh anak-anak muda di Bandung ) adalah sebagai tempat untuk menjual barang2 merchandise,pernak-pernik atau kaset album bagi band-band indie, selain juga komunitas pecinta extreme sport seperti skateboard,BMX atau surfing.

Distro awalnya di idealiskan oleh anak-anak muda tersebut sebagai counter culture terhadap industri yang sudah mapan , industri rekaman yg sudah mass product contohnya, band2 indie tersebut secara bergerilya memproduksi & memasarkan produk rekaman mereka lewat jalur distro bukan melalui gerai2 resmi.

Band-band indie itupun saat mereka manggung / pentas , baju yg di kenakan akan memakai baju yang mereka ciptakan sendiri, paling unik , norak bahkan kadang sedikit nyleneh, dan itu tidak mungkin mereka dapatkan di mall-mall, kalaupun ada mungkin barang impor yang harganya selangit.

Distro sebagai cerminan dari konsep budaya DIY ( Do It Yourself ) , anti kemapanan, unik, beda , creative dan local movement .

Pada kurun empat tahun terakhir, konsep distro sudah mulai sedikit lebih melebar, dengan semakin banyaknya pemain yang terjun dalam industri ini.

Mereka melihat potensi market untuk anak muda ini sangat luas serta makin dapat di terimanya konsep distro ini bukan hanya sekedar di peruntukkan bagi kaum indie saja, tetapi sudah mulai bergeser sebagai bentuk dari lifestyle.

Di kota – kota besar , anak-anak muda sekarang ini begitu gandrung dengan produk-produk distro. Keunggulan dari produk distro selain unik, creative, up to date, limited ( jadi exclusive ) juga “gue banget” yang mungkin tidak akan mereka dapatkan di toko atau di gerai2 seperti Matahari Ramayana, Sogo dll .

Masing-masing merek clothing pun mempunyai ciri khas atau karakter yang berbeda-beda , ada yang bertema musik, extreme sport , street art, hi-tech, typography, gothic , ada juga yang bertemakan kampanye tentang pemanasan global.

Distro dan perkembangannya

Jelas sekali pada saat ini, distro telah menjadi semacam industri yang sudah di perhitungkan dalam kancah perekonomian nasional, di saat industri garment tanah air meriang di banjiri oleh produk impor dar China .

Distro dengan spirit local product nya , mampu bertahan dari serbuan produk impor. Dalam industri ini, banyak sekali pengusaha2 kecil yang terlibat, mulai dari tukang jahit, tukang sablon/bordir yang rata-rata semua di kerjakan dalam skala home industry.

Tidak seperti industri UKM lain yang biasanya di manja ( fasilitas, pendanaan & akses peluang ) oleh pemerintah , industri kreatif anak2 muda hampir tidak di lirik oleh pemerintah, padahal rata2 usaha ini di awali dari sekedar hobi dengan modal yg pas-pasan serta skill pengelolaan usaha yang apa adanya .

Baru pada tahun2 belakangan ini, pemerintah mulai memberikan akses dan sarana2 untuk membantu industri kreatif ini lebih berkembang, mengingat efek multiflyer ekonominya yang cukup luas.

Pada saat ini kata distro telah menjadi semacam “ public domain “ yang siapapun bebas memakainya, walaupun telah melenceng dari konsep dan spirit pada saat di dirikan dulu. Makna “distro” telah mengalami degradasi arti, menjadi semacam “collection “.

Industri ini sudah semakin semarak, hampir di setiap kota di sudut-sudut jalan telah berdiri distro-distro,.
Anak-anak muda ini pun terus bergerak, selalu creative untuk menciptakan hal-hal baru, banyak dari teman-teman saya telah menjadi milliader di usia 25 an dari bisnis ini.

Dengan mengusung konsep masing2, mereka menjalankan bisnis ini dengan penuh semangat dan idealisme , banyak juga yang hanya sekedar ikut-ikutan yg hanya mampu bertahan tidak lebih dari 6 bulan, Rata-rata mereka tidak tahu persis bagaimana "rootnya" serta konsep dalam meng-operate distronya dan hanya sekedar melihat dari segi bisnis semata .

Dikutip dari Try Atmojo.