Search

Tampilkan postingan dengan label Jelajah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jelajah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

24 Jam di Bangkok: Tempat-tempat Tak Biasa yang Harus Dikunjungi

Pekan lalu kita membahas tentang tempat klasik Bangkok yang harus dikunjungi, maka pekan ini mari berjalan-jalan ke tempat-tempat unik. Bangkok merupakan salah satu kota dimana tempat-tempat yang menawarkan lokasi penuh kenangan berada tersembunyi dari permukaan. Restoran yang mengagumkan bisa saja berada di belakang gang-gang sempit, toko-toko terbaik tersembunyi di kedalaman pasar, dan kios makanan yang lezat mungkin saja terjepit antara tempat pencucian, dan 7-Eleven. Untuk mempersingkat waktu pencarian, berikut kami berikan beberapa lokasi yang wajib dikunjungi yang tidak berada di tipikal daftar tempat yang harus Anda kunjungi di Bangkok.

Wat Leng Noi Yi

Pesona budaya Cina.Dibangun pada 1871, Wat Leng Noi Yi, juga dikenal dengan nama Wat Mangkon Kamalawat, yang merupakan kuil paling penting di Pecinan. Saat ini, kuil sedang dalam perbaikan, tapi tidak perlu khawatir, keindahan kuil itu bukan hanya pada arsitekturnya saja namun juga pada suasana kuil tersebut. Para pemuja selalu datang setiap saat, untuk melepaskan burung dari kandang-kandang kecil, berdoa di altar, dan menyampaikan permintaan dengan membakar persembahan. Terakhir kali saya datang ke kuil itu tepat pada saat terjadi perayaan puluhan biarawan sedang memanjatkan doa secara serempak. Dengan banyaknya aktivitas yang terjadi, hal paling bijaksana yang dapat dilakukan adalah mencari tempat yang sepi dan menikmati semua itu. Ini merupakan jendela yang cukup tepat untuk melihat kehidupan Thai-China.

Wat Leng Noi Yi berada di Charoen Krung Road dekat perempatan Soi Itsara Nuphap. Ini merupakan perjalanan yang cukup jauh dari stasiun MRT di Hualamphong. Tempat ini dibuka setiap hari mulai 06.00-18.00. 

Museum Forensik Departemen Kesehatan


Anda harus memberikan penghargaan pada tempat yang dapat tertanam dalam pikiran Anda, dan penghargaan itu jatuh pada museum paling mengerikan yang pernah saya kunjungi. Ada banyak hal yang dapat Anda lihat di sini dan tidak ada satupun yang indah. (Tidak ada kamera yang boleh dibawa masuk, jadi kalian harus percaya dengan cerita saya)

Janin korban aborsi, tengkorak yang hancur, foto korban kecelakaan yang mengerikan -- ini bukan tempat bagi mereka yang memiliki jantung lemah. Seperti dikatakan sebelumnya, jika hal-hal yang suram dan mengerikan adalah kegemaran Anda, maka tempat ini tidak boleh dilewatkan. Tersembunyi di Siriraj Hospital, museum ini memamerkan beberapa hal paling menakutkan yang tidak dapat Anda bayangkan, termasuk jasad yang diawetkan dari dua orang pembunuh berantai Thailand yang paling terkenal. Dengan semangat mengusung kebiasaan Thailand yang sebenarnya, maka di luar museum terdapat sebuah kafe, seandainya Anda ingin menikmati latte setelah menyaksikan kengerian itu.

Museum itu dibuka mulai 09.00-16.00 setiap hari dan harga tiket masuk 40 baht (setara Rp11.557). Rumah sakit itu berlokasi di Sungai Chao Phraya, dekat dengan dermaga Tha Wang Lang Chao Phraya Express. Museum berada di ujung utara dari puluhan gedung yang berdesakan di tanah itu. Cukup membingungkan untuk mencarinya -- bila kesulitan silakan bertanya arah yang tepat.
www.si.mahidol.ac.th/museums/en/index.htm

Monk Bowl Village

Pilih mangkuk sedekah untuk oleh-oleh.Senang rasanya dapat menulis mengenai desa ini sebanyak dua kali, sebelumnya saya menuliskan tentang Monk Bowl Village, atau Baan Bat, sebagai tempat bersejarah yang patut dikunjungi. Berada di belakang sebuah gang kecil yang merupakan satu-satunya tempat di Bangkok di mana mangkuk sedekah masih dibuat dengan tangan, Baan Bat merupakan salah satu tempat paling unik di kota. Sebuah kilas balik ke Bangkok pada masa lampau. Baan Bat merupakan komunitas kecil yang tradisi membuat mangkuk sedekah itu telah dilakukan selama ratusan tahun. Jika Anda cukup memiliki jiwa petualang untuk mendatangi desa mereka maka mereka akan memberi tahu Anda cara membuat mangkuk-mangkuk itu. Tungku yang dipanaskan dengan kayu bakar, besi yang baru saja di tempa, dua hal kesukaanku untuk memulai hari. Beli sebuah mangkuk dan anda akan mendapatkan tur ke gang-gang di sekitar, dan suvenir yang cukup menarik dengan merogoh 1000 bath (setara Rp288.937) dari kantong Anda.

Baan Bat berada di Soi Baan Bat di luar Thanon Bamrung Meuang. Para pengrajin mangkuk itu berada di sana sejak pukul 10.00-18.00. Bus 508 berhenti dekat lokasi itu, seperti juga khlong taksi ke Tha Phan Fah. Ikuti suara dari pukulan palu dan pastikan bahwa Anda sampai ke lokasi khusus ini, bukan ke lokasi pembuat mangkuk yang telah disiapkan untuk turis yang berada di jalan utama.

Pantai-Pantai Rahasia di Phuket

Jika Anda berada di Phuket, kunjungan ke pantai Patong bisa jadi membuat kecewa. Jutaan wisatawan setiap tahun menyemut di hamparan pasir sepanjang dua kilometer itu. Dulu memang pantainya indah sekali, tapi sekarang kotor, riuh tanpa henti, banyak jet ski hilir-mudik. "Cipratan" pasir dari mobil-mobil buggy akan menambah ketidaknyamanan, belum lagi kalau tidak hati-hati, kita bisa "kejatuhan" orang yang sedang parasailing. Pilihannya ada pada Anda, mau mengalami hal tidak menyenangkan ini atau berjemur dengan nyaman di beberapa pantai Phuket yang belum banyak orang tahu.



Pantai Tri Trang


Meski jaraknya hanya lima menit berkendara dari Patong, wisatawan dan masyarakat Thailand belum banyak mendengar tentang pantai ini. Pantai Tri Trang bisa dicapai dengan menyewa sepeda motor atau menumpang hingga ke balik bukit di ujung selatan pantai Patong. Jangan sampai luput memperhatikan rambu-rambu kecil menuju Tri Trang. Jalanan panjang berliku akhirnya menuju pantai Paradise. Ketika menempuh sepertiga perjalanan, berhenti dan lihat di sepanjang sisi kanan jalan. Terdapat pasir pantai yang indah ditambahi jajaran pohon-pohon palem. Nyaris tak ada keriuhan orang-orang. Singgahlah untuk secangkir kopi atau segelas pina colada di beberapa bar yang ada. Tri Trang cocok untuk berjemur tapi jika ingin mandi di laut, hati-hati terhadap karang-karang tajam di bawah air.


Pantai Freedom


Kebanyakan orang tiba di pantai yang sepi dan bebas sampah ini menggunakan perahu. Jika ingin ke pantai Freedom menggunakan sepeda, kita akan melewati jalan setapak dan satu atau dua kali melompat gerbang, sehingga lebih mudah jika Anda mengeluarkan beberapa ratus baht untuk menyewa perahu dari Patong. Saat Anda bersepeda, lihatlah air laut yang sangat jernih di bawah. Ombak di pantai Freedom termasuk 'jinak', cocok untuk berenang. Snorkeling yang bagus ada di bagian selatan. Kursi santai dan restoran kelas atas tersedia, tapi kita juga bisa langsung berbaring di pantai tanpa keluar uang. Sebutan "Freedom" muncul karena beberapa wisatawan berjemur bebas tanpa pakaian.


Pantai Laem Singh


Begitu banyak orang hanya melewati pantai ini saat mereka melesat keluar dari Patong. Padahal, dengan menyusuri tebing, Anda akan menikmati salah satu pantai paling indah di Phuket. Laem Singh berjuluk "Pantai Rahasia" - meskipun makin lama rahasianya makin pudar karena makin banyak orang tahu. sebagian besar wisatawan cuma bermalas-malasan di kursi berjemur padahal pantai ini punya air yang jernih, bersih, lengkap dengan kehidupan bawah laut. Pantai itu terbagi oleh satu karang besar, Anda bisa berjalan atau berenang mengitarinya. Parkir motor di dekat jalan setapak dan bayar 20 baht. Alternatif lain, teruskan perjalanan dengan sepeda motor hingga ketemu pojok yang cocok dan parkir secara gratis.


Pantai Banana


Pantai Banana terletak agak jauh ke atas pantai barat setelah Bang Tao, dan sangat layak dikunjungi. Gunakan jalan menuju resort mewah Trisara, dari sana Anda tinggal berkendara sedikit menuju ke utara. Pinggirkan mobil saat Anda melihat bentangan kawat berduri. Ada jalan setapak yang curam menuju bibir pantai. Jika hari cerah, di kejauhan akan terlihat  batu karang berbentuk pisang di kejauhan. Air laut yang jernih dan hijaunya lereng bukit bisa dinikmati kapan saja. Snorkeling sangat nyaman karena jarangnya perahu dan jet ski. Tempat ini ideal untuk para pencinta pantai yang santai.


Pantai Kalim


Pantai ini mungkin bukan yang paling indah di Phuket, tapi Kalim memiliki keunggulan yaitu bisa didatangi dengan berjalan kaki dari Patong. Pantainya juga bebas dari pedagang asong. Tepat di ujung utara Patong terdapat pantai pasir yang tidak luas dan terlindungi oleh ceruk berbatu. Karang ini seolah benteng Kalim yang melindungi Anda dari pedagang asong. Ada jajaran pedagang kaki lima yang menawarkan makanan di jembatan kecil di belakang Kalim. Deru kendaraan terdengar karena pantai ini letaknya di dekat jalan utama Patong dan pantai Kamala. Tapi, pantai ini tetap cocok untuk mereka yang ingin berbasah-basah di pantai tanpa kerumunan dan keriuhan pengunjung dan tanpa polusi pemandangan berupa payung-payung besar.


Pantai Nai Thon


Nai Thon adalah pantai yang luas dan lebar sehingga kita merasa berada di tempat yang lega dan mendapatkan privasi. Anak-anak pun bisa bermain dengan bebas. Ketika air pasang, masih ada perairan dangkal untuk tetap berbasah-basah di ujung utara pantai. Harga makanan 30-50% lebih mahal daripada tempat lain, jadi bawalah bekal makan siang atau setidak-tidaknya beberapa kudapan.


Pantai Ya Nui


Terletak di antara Promthep Cape dan jalan panjang ke pantai Kata. Ya Nui sebenarnya adalah dua pantai kecil karena pasirnya terpisah oleh karang yang membelahnya jadi dua bagian. Warga Thailand banyak yang berlibur atau memancing di pantai ini dan ada juga restoran untuk para turis asing dengan kantong tebal. Ya Nui terlihat tidak berbahaya, tapi kita bisa tersedot arus jika tidak hati-hati. Terdapat banyak spesies ikan untuk dinikmati pemandangannya, tapi hati-hati terhadap karang runcing dan mahluk laut terintip (barnacles). Beberapa batu tajam terlihat di bagian utama pantai, jadi lebih baik lakukan dulu pengamatan awal sebelum masuk ke air.


Pantai Sai Khao


Pantai ini sebenarnya hanya merupakan kelanjutan dari pantai Mai Khao. Pantai ini sebagian besar belum berkembang, Untungnya ada beberapa tempat persinggahan menuju ujung utara, jadi kita bisa mengisi bahan bakar kemudian melanjutkan perjalanan. Waspadai perairan selama musim hujan karena arus dapat menjadi berbahaya dan belum ada petugas penjaga pantai. Jika ada di Sai Khao, Anda bisa melihat-lihat kawasan mangrove di sisi jembatan arah daratan.

Tempat Bersantap Pilihan di Bangkok

Bangkok adalah kota yang menarik dengan berbagai kontrasnya, lalu lintas macet dan kacau, dan bermacam-macam gaya hidup. Di saat bersamaan, Bangkok punya daya tarik wisata yang terus mempesona dan mengesankan. UnearthingAsia kali ini mengajak Anda keliling ke tempat-tempat terbaik untuk santap malam spesial.

Blue Sky Restaurant




Di atas cakrawala biru Bangkok terletak restoran Blue Sky, berlokasi di atap (lantai 24) Sofitel Centara Grand Hotel di Bangkok. Restoran ini adalah tempat terbuka yang luas, untuk menikmati makan malam lezat di bawah langit malam berbintang dengan pemandangan 360 derajat kota Bangkok. Menu unggulannya adalah Japanese Spring Rolls, Blue Sky Sibi, dan Lemon Tarts.

Sala Rim Naam




Terletak di seberang Hotel Mandarin Oriental, restoran ini dilengkapi dengan pemandangan indah menghadap ke Sungai Chao Praya. Suasananya sangat bagus, dengan lampu berkelap-kelip dari perahu yang lewat menjadikan suasana romantis di bawah langit malam. Setiap malam juga ada pertunjukan tari tradisional yang sebaiknya tidak dilewatkan. Jika pilihannya adalah meja menghadap sungai atau menghadap pertunjukan, pilihan kami adalah yang pertama.

Vertigo and Moon Bar




Vertigo and Moon Bar adalah salah satu bar terbuka yang letaknya tertinggi di Asia Pasifik, dan jadi "tujuan wajib" setiap kali wisata ke Bangkok. Terletak di lantai  61 yang merupakan lantai tertinggi gedung Banyan Tree Bangkok. Vertigo and Moon Bar dengan atap terbuka ini memang sesuai namanya. Ada pemandangan yang membuat kita terbuai. Tempat ini adalah yang terbaik untuk acara romantis, bersantai setelah bekerja, atau pesta peluncuran.

Flava Restaurant & Lounge




Flava Restaurant & Lounge adalah restoran chic dan stylish di Dream Hotel Bangkok. Letaknya di atas lobi dan memadukan desain modern dengan tradisi kuno dalam cara menarik. Nikmati hidangan fusion Barat dan Asia sambil menikmati pemandangan jalanan di Bangkok dalam suasana yang nyaman. Malam di Flava pasti akan diisi dengan suasana eksotis.

Breeze




Tempat nongkrong yang asyik ini belum lama muncul di State Tower, tempat restoran-restoran termahal di Bangkok. Konsep restoran terbuka di lantai 52 menyajikan campuran masakan pan-Asia dengan ciri khas kesempurnaan. Pada malam hari restoran ini bersinar dengan cahaya keunguan, menambah indah pemandangan kota Bangkok dari teras terbuka atau dari jembatan kaca yang tergantung di ketinggian udara.

Kawasan Asia Tenggara penuh dengan berbagai makanan menarik. Baca juga artikel tentangmengikuti jejak makanan di Penang dan restoran dengan pemandangan terbaik di Singapura.

Red Sky Bistro




Terletak di Centara Grand di CentralWorld, Red Sky Bistro menerapkan konsep urban chic dengan pendekatan modern dalam seni santap. Red Sky Bistro berada di lantai 55, dengan pemandangan kota yang menakjubkan. Red Sky Bistro menggunakan teknik dengan penuh seni untuk mencegah hembusan angin sehingga acara santap tetap nyaman meski di udara terbuka lantai 55. Menunya tidak terlalu banyak tapi memuaskan. Pelayanannya sangat berhati-hati agar santapan yang tersaji benar-benar berkelas bintang lima. Yang paling memuaskan adalah daftar anggur yang panjang. Tersedia banyak pilihan guna menemani saat-saat menikmati langit malam yang indah.

Salathip




Terletak di Hotel Shangri-La di Sungai Chao Praya, suasana restoran ini sempurna untuk malam yang romantis. Nikmati makan malam mewah Thailand dengan pemandangan perahu-perahu yang menerangi sungai. Musik tradisional dan tari menyertai hidangan. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan kembang api di atas sungai.

The Reflexions




Restoran ini telah memenangi penghargaan, menawarkan masakan Prancis modern dengan rasa yang intens. Letaknya di Level 3 The Plaza Athenee Bangkok. Suasananya nyaman dan menyenangkan, dengan banyak pilihan anggur untuk melengkapi menu yang inovatif dan menarik dari Chef Thibault Chiumenti. Film kuno hitam putih diputar di latar belakang untuk menambahkan sentuhan klasik pada dekorasi.

Opus Wine Bar




Terletak di jantung kawasan bisnis pusat kota Bangkok antara Silom dan Sathorn. Suasananya klasik tapi nyaman, dengan meja yang tersebar secara baik sehingga tamu merasa lapang. Makanannya terdiri dari berbagai antipasti dan tapas yang cocok untuk dimakan bersama. Terdapat pula pasta rumahan, ikan segar, dan daging panggang. Opus Wine Bar tak terbantahkan lagi sebagai gudang anggur, ada 400 label, terbanyak pilihan anggurnya di Bangkok.

Senin, 03 Oktober 2011

7 Pesona Teratas Ho Chi Minh City

Pusat dari kekuatan ekonomi yang sedang naik daun di Asia Tenggara, Ho Chi Minh City adalah salah satu kota paling menarik di planet ini, tempat bercampurnya budaya Prancis dengan Timur, dan tempat Perang Vietnam masih dikenang seperti baru terjadi kemarin. Dan dengan kemunculan gedung pencakar langit, tempat-tempat menonjol serta dunia mode, inilah waktu paling tepat untuk berkunjung yang masih sangat hidup di tengah resesi global. 

Photo credits - Christian Haugen


Keaslian Vietnam

Masakan Vietnam mulai populer di seluruh dunia, tetapi belum ada tempat yang lebih baik daripada Ibu Kota negara itu untuk menyicipinya. Bergabunglah dengan Bill Clinton untuk makan pho di Pho2000 dekat Ben Thanh Market, yang dengan bangga menyatakan pho-nya layak untuk presiden, lengkap dengan berbagai foto ketika Presiden Bill Clinton menikmati semangkok pho di restoran ikonik itu. Menu di restoran itu sangat banyak dan bervariasi, dan penuh oleh penduduk lokal serta turis. Bagi mereka yang mencari makanan fusion, pergilah ke Xu Bar, bukan hanya menjadi unggulan kehidupan malam di kota itu, tetapi juga merupakan tempat Chef Nyuyen 
berupaya untuk menghidupkan lagi masakan tradisional Vietnam. 

Photo credits - williamcho

Kopi dan Café

Ho Chi Minh City terang oleh berbagai lampu di malam hari, memberikan atmosfer santai yang mendukung kemunculan kafe-kafe di sepanjang jalan. Vietnam adalah salah satu produsen kopi unggulan di dunia, pecinta kafein akan menemukan diri mereka di surga 
aroma, menyicipi berbagai macam kopi lokal. Cara ampuh untuk menyegarkan diri dan bersantai, pilihlah kafe secara acak di sudut jalan dan pesanlah secangkir kopi lokal. Duduk dan menikmati sambil Anda bermalas-malas diri melihat pejalan kaki yang lewat. 


Photo credits - alex.ch

Berpetualang di Kota

Selain berbagai kafe untuk bersantai dan menghabiskan waktu, Ho Chi Minh juga memiliki bar modern yang menjadi favorit bagi para penduduk lokal dan ekspatriat. Q Bar, Saigon Saigon Bar, Xu Bar, Lush dan Velvet hanyalah beberapa tempat dari daftar panjang yang sering digunakan untuk nongkrong dan pesta, masing-masing memiliki ciri khas dan daya tariknya. 

Photo credits - Eustaguio

Penanda Kota

Cukup mudah untuk bepergian di kota metropolitan Ho Chi Minh dengan berjalan kaki, terutama karena tempat-tempat menarik terletak di Distrik Satu. Mulailah dengan Katedral Notre Dame, sebuah bangunan bata merah yang dihiasi kaca patri, kemudian langkahkan kaki anda ke Saigon Central Post Office, sebuah bangunan kolonial Prancis dengan interior klasik.

Tempat itu juga mengoperasikan semua layanan pos dari kota dan tempat terbaik untuk membeli kartu telepon. The Opera House adalah sebuah tempat yang menggambarkan kota, menampilkan perpaduan opera barat dan pertunjukan tradisional Vietnam. Sementara itu, Reunification Palace adalah rumah mantan pemimpin Viet Cong yang namanya diadopsi menjadi nama kota itu, sebuah bangunan kolonial yang menghadap ke pusat kota.

Photo credits - williamcho

Geng Bermotor

Setelah menjelajahi tempat paling ikonik di Distrik Satu dengan berjalan kaki, sewalah sepeda motor untuk menyusuri jalanan dan merasakan moda transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Vietnam. Para penglaju Vietnam bepergian menggunakan motor, dan meskipun moda ini bukan yang paling aman, tapi merupakan kendaraan paling autentik di Vietnam. 

Photo credits - nerdcoregirl

Sisa-sisa Perang

Salah satu atraksi turis yang paling digemari di Vietnam, Chu Chi Tunnels adalah jaringan bawah tanah yang dibangun selama perang Vietnam. Memiliki panjang sekitar 121 km, pengunjung bisa mengambil tur dan melihat sendiri kondisi saat Vietcong mengobarkan perang berdarah terhadap AS. Museum Sisa Perang (War Remnant Museum) atau dikenal juga sebagai Museum Kejahatan Amerika adalah tujuan turis lain yang layak dikunjungi. Meski sangat bias dan satu sisi, tapi tempat ini memberikan wawasan penting tentang reaksi Vietcong terhadap perang. 

Photo credits - functoruser

Belanja

Selain makan, sebagian besar pengunjung kota nomor satu Vietnam ini menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan berbelanja. Ben Thanh Market merupakan pasar utama di Ho Chi Minh dan tempat untuk mencari souvenir. Ada banyak pilihan t-shirt dengan tulisan seperti "Good Morning Vietnam" dan "Miss Saigon" sampai bordiran dan ornamen kayu berpernis, dan untuk mereka yang suka kopi, ada beberapa biji kopi terbaik di wilayah ini. Para wanita akan ingin mencoba Ao Dai, baju nasional Vietnam, yang terbaik di wilayah ini, menggabungkan celana dan gaun.

Kedamaian di Thailand Selatan

Thailand Selatan adalah tempat terdapatnya ratusan mil garis pantai, beberapa merupakan pantai yang belum tersentuh. Banyak orang bilang bahwa sebagian besar lokasi paling terkenal di Thailand, seperti Phuket – pulau paling besar di Thailand – telah 
tereksploitasi dan kehilangan keindahan dan pesonanya. Tetapi, itu tidak menghentikan banyak wisatawan untuk datang ke kota-kota pinggir pantai tersebut tahun demi tahun.

Ketertarikan wisatawan meningkat tajam setelah daerah itu ditampilkan dalam film Hollywood. Pertama adalah Ko Tapu, sekarang terkenal sebagai Pulau James Bond, yang ditampilkan dalam film keluaran 1974 ‘The Man With The Golden Gun’. Lalu petualangan 
mematikan Leonardo DiCaprio dalam The Beach – difilmkan dekat Pulau Phi Phi pada 2000 – yang semakin menambah ketertarikan dunia akan liburan pantai yang mempesona.

Memang benar, kebanyakan tempat di Thailand Selatan telah penuh sesak dan rusak, tetapi masih terdapat tempat menyendiri untuk menikmati ketenangan dan bersantai. Berikut adalah beberapa saran untuk menghindar dari keramaian dan menikmati waktu sendiri.

Photo credits - adrian_wright


Ko Rok

Ko Rok adalah sepasang pulau kembar yang sering didatangi wisatawan karena gugusan koral yang menakjubkan, sebuah tempat sempurna untuk snorkeling dan menyelam. Terdapat bermil-mil pantai pasir putih yang menyilaukan mata dan kebanyakan masih sepi, cocok untuk berkemah. Anda dapat membeli perbekalan di pulau dan menikmati malam yang damai, tenang, dihiasi oleh pemandangan matahari terbit dan tenggelam yang mencengangkan.

Photo credits - Argenberg

Photo credits - VannagoCaraRupa

Ko Tarutao

Ko Tarutao adalah bagian dari Taman Nasional Laut Tarutao. Awalnya dibangun sebagai penjara, Ko Tarutao ditampilkan dalam salah satu episode acara TV Amerika ‘Survivor’. Kebanyakan turis lebih memilih keramaian dekat Ko Lipe, tetapi taman nasional tersebut 
mengelola bungalow dan tempat perkemahan bagi yang mencari ketenangan.

Photo credits - wimbledonian

Photo credits - shunjung_69

Ko Kut (juga dikenal sebagai Ko Kood)

Ko Kut terletak pada ujung sebelah tenggara Thailand dan merupakan pulau terdekat ke negara tetangga, Kamboja. Kebanyakan turis yang berkunjung adalah dari kawasan Indochina, terutama yang mencari hiburan akhir pekan. Pulau ini sebagian besar belum dibangun dan masih terdapat hutan belantara, sempurna untuk para pecinta alam sejati. Kebanyakan resor di pulau ini hanya melayani paket wisata jadi pastikan Anda menggunakan agen perjalanan.

Waktu untuk Pergi

Musim sibuk di seluruh Thailand adalah dari Oktober sampai Februari, inilah masanya harga-harga naik dan pantai menjadi ramai. Ini karena musimnya mendukung untuk wisata. Baru-baru ini musim penghujan datang terlambat dan telat pula selesainya. Jadi sebaiknya Anda berkunjung akhir Februari atau awal Maret saat cuaca sudah lebih tenang tetapi hujan belum terlalu deras. Terlepas dari pemilihan soal waktu, pastikan Anda selalu siap menghadapi cuaca buruk dan cobalah untuk memesan tempat terlebih dahulu agar tidak kecewa ketika sebuah perjalanan habis terpesan.

Paradiso Tersembunyi Tanah Pasundan

Green Canyon berada di Cijulang, Jawa Barat, yang berjarak sekitar 285 km dari Jakarta (31 km dari Pantai Pangandaran).

Tempat ini merupakan sekelompok gua, dengan stalagtit dan stalagmit yang tersembunyi di balik tebing-tebing hijau — mungkin itulah mengapa dinamakan Green Canyon, pelesetan dari Grand Canyon di Amerika Serikat. Orang setempat biasa menyebutnya Cukang Taneuh.

Untuk menuju ke gua, Anda harus menuju dermaga dan membeli tiket. Bila pergi pada saat hari libur (apalagi akhir pekan yang panjang), bisa dipastikan Anda harus menunggu beberapa jam hingga mendapat giliran menaiki perahu menuju gua.



Perahu-perahu wisata yang dioperasikan adalah milik masyarakat setempat, namun diatur oleh pemerintah kabupaten. Satu perahu dapat mengangkut hingga lima penumpang dengan harga sewa Rp 75.000. Bila ingin berenang di gua, Anda dapat menyuruh awak perahu menunggu, tentu dengan biaya tertentu. 

Mereka akan meminta Rp 100.000 untuk seharian penuh, namun tentunya Anda tidak akan menghabiskan satu hari di sana. Tawarlah, mungkin Anda bisa mendapatkan Rp 80.000 di musim liburan dan Rp 50.000 ketika sedang sepi pengunjung. 

Masing-masing perahu selalu menyediakan pelampung untuk penumpangnya, sehingga bila Anda kurang pandai berenang, jangan terlalu khawatir. Para pelancong biasanya juga memanfaatkan batu-batu gua untuk melompat ke air yang jernih. 

Tempat ini masih bebas polusi, pemandangannya pun indah.

Apabila Anda tidak suka berenang, Anda dapat memanfaatkan waktu menikmati pemandangan, juga mengambil gambar. Sebelum pintu masuk gua, terdapat sebuah dermaga kecil yang biasanya digunakan oleh perahu untuk menunggu. Di sana ada beberapa pedagang yang menjual minuman dan makanan kecil. 

Salah satu kekurangan dari Green Canyon adalah pemeliharaannya yang masih kurang baik, mungkin karena tempat ini merupakan objek wisata yang relatif baru. Di sini, hanya ada tiga toilet dan sebuah mushola kecil, padahal pada saat liburan pengunjung dapat mencapai hingga ratusan orang. 

Namun, penduduk setempat mengambil untung dengan cara menyediakan kamar-kamar kecil dan tempat sholat yang lebih layak, hanya dengan tarif Rp 2.000. Tempat parkir yang ada di seberang dermaga cukup luas, dengan biaya Rp 3.000 untuk sehari penuh.
Di sekeliling area parkir terdapat deretan warung yang menjual nasi dan ikan bakar serta kelapa muda. Mungkin Anda juga ingin menikmati makanan lokal seperti lotek, karedok dan rujak tumbuk. Selain harganya murah, sangat cocok untuk mengisi perut setelah lelah bermain di gua!


Berperahu melewati tebing-tebing di kawasan Green Canyon. Kredit foto: Tempo/Aditya Herlambang Putra.

Menuju Green Canyon


Dengan mobil pribadi, dari Jakarta Anda dapat melalui tol Cipularang menuju Bandung. Keluar tol di Cileunyi, ikutilah jalan Ciawi-Nagreg menuju Tasikmalaya. Sebelum Rajapolah, Tasikmalaya, beloklah ke kanan dan ambil rute Ciamis-Banjar. Dari sana Anda akan melihat tanda-tanda yang menunjukkan arah ke Pangandaran. Waktu tempuh Jakarta-Cijulang 6-7 jam.

Apabila Anda akan menempuh perjalanan dengan kendaraan umum, dari Terminal Kampung Rambutan, PO Budiman menyediakan bus jurusan Pangandaran. Dari Grogol dan Tangerang juga ada beberapa bus yang melayani rute ini. Sesampainya di Pangandaran, Anda harus berganti bus yang menuju Cijulang. Terminal Cijulang berada sekitar 1 km dari Green Canyon.

Selain jalur darat, terdapat pula penerbangan Jakarta-Pangandaran melalui Bandung sehari sekali dari maskapai Susi Air. Anda sebaiknya memesan tiket jauh-jauh hari. 

Informasi lainnya


Lebih baik Anda menyiapkan uang tunai yang cukup, karena ATM terdekat berada sekitar 1 km dari Green Canyon — di Bank BRI tepat di seberang kantor kecamatan Cijulang. Penduduk lokal yang saya temui mengatakan, mesin tersebut sering kehabisan uang tunai. 

Bila hal itu terjadi, Anda akan terpaksa menempuh sekitar 4 km untuk mendapatkan mesin ATM berikutnya. Tentu Anda tidak ingin ini terjadi bukan?

Para pengunjung juga dapat melakukan body rafting di sekitar Gua Kelelawar. Aktivitas ini dikelola oleh para awak perahu bekerjasama dengan karang taruna desa setempat. Katakan pada awak perahu  bahwa anda ingin melakukan body rafting dan mereka akan mengantar anda ke tempatnya. Waktu yang dibutuhkan sekitar 3-4 jam dan tentu saja dengan biaya tambahan

Tidak ada akomodasi di sekitar Green Canyon. Hotel paling dekat adalah di Panireman Riverside bibir sungai menuju ke Pantai Batu Karas, sekitar 15 menit dari Green Canyon. Hotel-hotel lain berada di sekitar Pantai Batu Karas, tempat wisata yang akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Jumat, 30 September 2011

Harajuku, Perpaduan Tradisional dan Modern


Pada sebuah Minggu sore, saya berkesempatan menginjakkan kaki di Harajuku, Tokyo. Dari stasiun pemberhentian kereta JR saya menyeberang jalan dan sampai di Takeshi Dori, jalan yang menjadi ciri khas tempat anak muda Jepang mengekspresikan diri ini.

Tujuan pertama adalah gerbang Harajuku. Sepanjang jalan menuju gerbang, puluhan remaja Tokyo tampil dengan berbagai gaya dandanan (biasa disebut “cosplay”, singkatan dari costume play), mulai dari gothic hingga anime. Yang unik, banyak juga turis sengaja berdandan gothic dan ikutan tampil sepanjang jalan. Seandainya, saya percaya diri seperti mereka!






Ada juga yang ngamen, lengkap dengan drum dan gitar elektrik dan juga penyedia jasa kaligrafi Jepang dengan berbagai model tulisan kanji yang digelar di tengah jalan. Yang terakhir ini, sepintas seperti jajaran tukang tato jalanan di daerah Melawai-Blok M Jakarta.



Gerbang Harajuku merupakan titik awal jalan setapak menuju Meiji Jingu, kuil yang menjadi saksi sejarah periode Meiji. Daerah Harajuku memang merupakan perkawinan tradisional dan modern. Di sebelah kiri, di daerah Yoyogi menampilkan unsur tradisional, sementara di sisi kanan, Harajuku modern, mulai dari bangunan dan gaya hidupnya (makanan, kostum, butik, dan pengunjungnya)
Sepanjang jalan menuju kuil, kita bisa melihat jajaran drum anggur yang dulunya adalah lokasi tempat penyimpanan anggur milik kaisar. Masuk ke dalam jalan setapak yang ada di kiri jalan, kita akan digiring menuju taman Yoyogi yang asri. Puas menikmati hijaunya taman, kita melanjutkan ke kuil Meiji. Di kuil ini, kita bisa menyampaikan keinginan kita di papan kayu (dijual seharga 500 yen). Papan kayu ini kemudian digantung di satu papan besar yang ada di halaman kuil.
Saya balik ke stasiun Harajuku untuk merasakan kepadatan jalan Takeshi, yang merupakan daya tarik Harajuku. Harus diakui kepadatan orang yang lewat di jalan ini di Minggu sore memang tidak kalah dengan kerumunan di PRJ Kemayoran. Sambil berdesak-desakan, saya melihat baju dan aksesori yang dijual di sepanjang jalan.








Dari kejauhan, di salah satu jalan kecil menuju kawasan butik mewah Omotesando, saya melihat antrean panjang orang membeli takoyaki! Pilihan takoyaki di daftar menu agak membuat saya kagok, tapi akhirnya saya mencoba takoyaki dengan saus mentaiko.

Sambil menyantap takoyaki, saya menyusuri Omotesando, daerah yang sering disebut Champs-Elysees-nya Tokyo. Di belakang toko mewah, terlihat beberapa gedung menjulang yang merupakan apartemen mewah yang menjadi tempat tinggal banyak selebritas Jepang. Konon salah satu gedung tinggi itu adalah tempat tinggal penyanyi wanita Jepang terkenal, Ayumi Hamasaki.



Sedangkan menengok ke dalam toko-toko di sepanjang jalan ini memang membuat mata segar. Tetapi jelas membuat kantong menjerit kalau nekat berbelanja di sini. Ketika masuk toko Nike, misalnya. Seperti model-model sepatu yang dijual model terbatas.

Saya sempat melihat sepatu olahraga motif batik, yang kabarnya hanya diproduksi sekitar tiga ratus pasang. Di Indonesia saja tidak ada, eh, malah dijual di Jepang. Saya tidak berani mencari tahu harganya. Takut tidak siap mental.