Pas lagi beli sayur di pasar.
Mak2 : waduh mas...kok sama menunya
child : Oh...iya buk..
Mak2 : suka ini jg ya?
Child : iya (hehe...)
Mak2 : Adiknya ya?
Child : iya
girl : bukan
child : iya
girl : bukan (gw tabok loe)
child : emang gw salah apa
girl : yg loe pegang tangan sp?
child : WTH ... (maaf mbak)
Search
Kamis, 27 Januari 2011
Child part 2
Kakek : km kok rajin
child : iy kek, hehehe..
Kakek : Bagus ....
child : gila nih kakek (aq bukan bagus)
Kakek : ni anak sinting (kekeknya sndiri d'bilang gila)
child : untung dy ga' denger (hii.hii.hii..)
Kakek : gwe kemplang jg ni bocah.. (kurang ajar)
child : iy kek, hehehe..
Kakek : Bagus ....
child : gila nih kakek (aq bukan bagus)
Kakek : ni anak sinting (kekeknya sndiri d'bilang gila)
child : untung dy ga' denger (hii.hii.hii..)
Kakek : gwe kemplang jg ni bocah.. (kurang ajar)
Child part 1
Kakek : nak mau kmn?
child : ingin mengalahkan musuh
Kakek : hahaha...km LV brp?
child : ???
Kakek : Lihat tman2 mu, mreka itu jauh diatas km.
child : tapi?
Kakek : Hahaha...
child : ingin mengalahkan musuh
Kakek : hahaha...km LV brp?
child : ???
Kakek : Lihat tman2 mu, mreka itu jauh diatas km.
child : tapi?
Kakek : Hahaha...
Manfaat Masturbasi Bagi Kesehatan
VIVAnews - Tabu, menimbulkan rasa bersalah, atau bisa berdampak buruk
bagi kesehatan adalah sejumlah anggapan yang membuat kebanyakan wanita
merasa jengah ketika membahas soal masturbasi. Bisa dibilang, kegiatan
yang juga dikenal dengan istilah onani atau seks ’swadaya’ ini memang
lebih populer di kalangan pria. Tapi, sebenarnya tidak sedikit wanita
yang juga melakukannya.
Menurut studi seputar masturbasi mengungkapkan, sebanyak 95 persen pria dan 89 persen dari wanita ternyata melakukan aktivitas ini. Mereka terdiri orang-orang yang berasal dari berbagai latar belakang, profesi, dan umur.
Lantas, apakah masturbasi berbahaya? Di dunia medis, masturbasi dianggap sebagai perilaku alami, baik untuk pria maupun wanita. Ini tidak fisik maupun mental. Masturbasi baru menjadi masalah bila dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, misalnya Anda sampai titik mengabaikan pekerjaan rumah tangga, seperti dikutip dari laman Divine Caroline.
Percaya atau tidak, penelitian telah menunjukkan bahwa masturbasi memiliki manfaat kesehatan potensial bagi pria dan wanita. Carrie Levine, seorang bidan asal Amerika Serikat, juga mengungkap, masturbasi pada wanita sebenarnya memiliki dampak positif baik bagi kesehatan fisik maupun psikologis.
Apa saj manfaatnya?
- Membantu seseorang lebih relaks dan mudah tertidur.
- Mengurangi stres.
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Mungkin memberikan perlindungan terhadap kanker prostat. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan
bahwa persentase penduduk yang bermasturbasi secara teratur untuk menggantikan hubungan seksual
normal memiliki insiden lebih rendah terkena kanker prostat.
- Kegiatan ini pada dasarnya adalah seks aman tanpa khawatir terhadap kehamilan dan PMS.
- Masturbasi berpotensi meningkatkan kesehatan dan tidak berbahaya bagi mental atau fisik Anda.
Menurut studi seputar masturbasi mengungkapkan, sebanyak 95 persen pria dan 89 persen dari wanita ternyata melakukan aktivitas ini. Mereka terdiri orang-orang yang berasal dari berbagai latar belakang, profesi, dan umur.
Lantas, apakah masturbasi berbahaya? Di dunia medis, masturbasi dianggap sebagai perilaku alami, baik untuk pria maupun wanita. Ini tidak fisik maupun mental. Masturbasi baru menjadi masalah bila dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, misalnya Anda sampai titik mengabaikan pekerjaan rumah tangga, seperti dikutip dari laman Divine Caroline.
Percaya atau tidak, penelitian telah menunjukkan bahwa masturbasi memiliki manfaat kesehatan potensial bagi pria dan wanita. Carrie Levine, seorang bidan asal Amerika Serikat, juga mengungkap, masturbasi pada wanita sebenarnya memiliki dampak positif baik bagi kesehatan fisik maupun psikologis.
Apa saj manfaatnya?
- Membantu seseorang lebih relaks dan mudah tertidur.
- Mengurangi stres.
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Mungkin memberikan perlindungan terhadap kanker prostat. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan
bahwa persentase penduduk yang bermasturbasi secara teratur untuk menggantikan hubungan seksual
normal memiliki insiden lebih rendah terkena kanker prostat.
- Kegiatan ini pada dasarnya adalah seks aman tanpa khawatir terhadap kehamilan dan PMS.
- Masturbasi berpotensi meningkatkan kesehatan dan tidak berbahaya bagi mental atau fisik Anda.
Rabu, 26 Januari 2011
Tanda-tanda Pria Ingin Bercinta
VIVAnews - Kebanyakan pria menikah tidak malu-malu menunjukkan sinyal sedang ingin bercinta dengan pasangan. Tapi sebagai istri, apakah Anda bisa menangkap tandanya?
Agar kehidupan di atas ranjang lebih bergairah, Anda tentu harus bisa mengetahui makna dari tanda yang dia berikan. Nah, sinyal-sinyal seperti apa yang pasangan berikan bila sedang ingin 'beraksi' di kamar tidur? Berikut Driver Janine, penulis 'You Say More Than You Think', berbagi tips untuk Anda, seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.
Dia sering menyentuh hidung
Kecuali dia sedang mengalami flu, menyentuh hidung berulang kali juga bisa menjadi tanda si dia sedang ingin bercinta. Dalam Journal of Royal Society of Medicine baru-baru ini melaporkan, saraf di hidung seorang pria dan jaringan ereksinya saling dihubungkan.
Berbicara lebih dalam dari biasanya
Sebuah studi yang dilakukan pada 2010 menemukan, seorang pria cenderung menurunkan nada suara, ketika gairahnya sedang meningkat. Tak hanya itu, biasanya, pria yang menginginkan hubungan intim cenderung suka merangkul bahu pasangannya.
Dia menggigit bibir bawah
Pria yang melakukan hal ini ketika mereka sedang berbicara dengan wanita mungkin merasa seperti sedang menggoda Anda.
Empat Rahasia Perempuan
Sulit bagi pria untuk memahami keinginan pasangannya saat sedang bercinta. Biasanya, para wanita memang hanya mau berbagi rahasia seksualitas mereka pada sahabat dekatnya. Penasaran apa yang menjadi rahasia seksualitas para wanita? Askmen mengungkapnya.
1. Hasrat bercinta wanita bangkit menjelang menstruasi. Jasmine Leigh, seksolog yang dikutip dari Askmen menyebutkan bahwa hasrat bercinta wanita, atau libido biasanya bangkit menjelang dan saat menstruasi. Di masa-masa tersebut, hormon progesteron dalam tubuh wanita meningkat, sehingga memudahkannya untuk mencapai kepuasan seksual.
2. Mementingkan kualitas seks ketimbang kuantitas. Banyak pria yang merasa jantan saat berhasil menahan puncak kenikmatan seksnya. Apalagi jika kegiatan bercinta semakin panjang dan lama. Padahal sesungguhnya, wanita juga tidak menyukai kegiatan bercinta seperti itu. Wanita lebih mementingkan kelembutan pasangannya saat tengah bercinta, bukan pria yang bertindak bagai mesin.
3. Bersedia mencoba sesuatu yang baru. Wanita pun sama dengan pria. Terkadang hal baru dalam dunia seksualitas membuatnya tertarik. Banyak wanita yang bersedia melakukan 'pengalaman' seks baru dengan pasangannya. Jadi, para pria tak perlu ragu untuk meminta pasangannya mencoba hal baru saat bercinta.
4. Hasrat bangkit di pagi hari. Menurut Leigh, hasrat bercinta wanita juga bangkit di pagi hari. Tepatnya sebelum pukul 08.00 pagi, libido wanita tengah naik. Bagi Anda yang ingin memberi sensasi baru pada kehidupan seksual, memilih waktu bercinta di pagi hari bisa jadi pilihan.
Kenapa Pria Lebih Cepat Turunkan Berat Badan
VIVAnews - Dalam hal menurunkan berat badan, wanita sering 'kalah' dari pria. Mungkin Anda juga pernah memperhatikan bagaimana pria dengan mudahnya menurunkan berat badan tanpa harus berusaha ekstra keras. Tentunya hal ini mengundang rasa penasaran.
Untuk itu, ketahui tiga hal mengapa pria lebih mudah menurunkan berat badan, seperti yang dilansir dari Reader Digest Magazine.
1. Pria tak terlalu terobsesi pada makanan
Wanita lebih terobsesi pada makanan dibandingkan pria. Menurut sebuah survei terbaru, sekitar 25 persen wanita berpikir tentang makanan setiap setengah jam. Berpikir tentang makanan membuat hasrat makan jadi meningkat. Ini membuat wanita menjadi makan lebih banyak dan berat badan pun tak kunjung turun.
2. Tak menjadikan makanan sebagai pelampiasan emosi
Wanita cenderung melampiaskan emosi pada makanan, sedangkan pria tidak. Seperti dikutip dari buku 'Conquering Heart Attack & Stroke' dari hasil pemindaian otak, peneliti memperlihatkan makanan pada pria dan wanita yang belum makan seharian dan meminta mereka untuk menahan lapar.
Diketahui, otak pria menunjukan aktivitas jauh lebih sedikit dalam hal regulasi, emosi, memori, dan motivasi dibandingkan wanita. Seolah-olah, pria lebih mudah untuk 'mematikan' nafsu mereka pada makanan favorit.
3. Metabolisme pria lebih cepat
Sistem metabolisme pria lebih cepat dibandingkan wanita. Penelitian menemukan rata-rata metabolisme pria, 5 hingga 10 persen lebih tinggi daripada wanita yang memiliki berat dan tinggi badan yang sama.
Langganan:
Postingan (Atom)