Search

Selasa, 06 September 2011

Alasan-Alasan Naik Kereta Api


Setiap moda transportasi punya keunggulan dan keterbatasan tersendiri. Kereta api menjadi salah satu yang keunggulannya sering kita abaikan. Naik kereta api dianggap lamban, tenggelam dalam romantika masa lalu, hanya untuk orang tua dan kurang bebas.

Di era di mana mesin berkekuatan besar, "bertenaga kuda", kebebasan individu dan ketepatan waktu menjadi penting, kereta api ditinggal karena tidak menawarkan semua itu. Dunia perkeretaapian di Indonesia juga terpuruk, baik yang di dalam kota maupun antar kota. Kebanyakan kita hanya menggunakan kereta api jika mudik.


Pengguna kereta api cepat di Cina sedang mengambil foto dirinya sendiri. Foto: AP/Eye Press

Padahal, jika jasa kereta api berbenah dan menyesuaikan dengan standar internasional dalam urusan kenyamanan, keamanan dan ketepatan waktu, ia berpotensi menjadi moda bepergian yang pantas dilirik.

Berikut beberapa alasan kenapa kita masih harus menggunakan kereta api ke mana pun kita pergi:

Sleeper class


Beberapa layanan kereta api memiliki kelas sleeper, atau kabin yang memiliki tempat tidur. Gerbong yang lebih mewah bahkan punya kabin privat lengkap dengan kamar mandi! 

Gerbong makan


Tidak ada pengalaman makan yang lebih menyenangkan dan manusiawi daripada duduk di meja makan, seperti di gerbong makan!


Penumpang kereta api Moscow-Nice bersiap menaiki gerbong. Foto: AP/Lionel Cironneau

Stasiun di pusat kota


Bandara biasanya terletak jauh di luar kota karena lahannya luas. Stasiun kereta berada di tengah-tengah kota, segalanya mudah dan murah dijangkau. 

Berbudaya


Perjalanan kereta api punya ritual dan nostalgia, mulai dari baju dan topi masinis, tiupan peluit, ramah-tamah pelayan, sampai interior gerbong. 

Ramah lingkungan


Eurostar, layanan kereta api di Eropa, melakukan studi yang membandingkan emisi karbondioksida antara pesawat dan kereta api. Hasilnya: perjalanan kereta api memangkas emisi karbondioksida sampai 90% per penumpang.

Bersiap menaiki kereta api supercepat di Spanyol. Foto: AP/Manu Fernandez

Menggunakan telepon & internet


Sudah jelas kalau di kereta api kita bisa bebas menggunakan perangkat elektronik, bahkan jika gerbong dilengkapi wifi, kita bisa melakukan koneksi ke internet. 

Bekerja produktif


Dengan gerak yang stabil, waktu yang relatif lama dan kebebasan menggunakan perangkat elektronik, kita bisa menulis, mengerjakan presentasi, menyunting video, merancang dan masih banyak lagi. 


Kereta api di Jepang melintasi pusat kota Tokyo. Foto: AP/Koji Sasahara

Bebas bergerak


Gerbong eksekutif biasanya berkonfigurasi 2-2, di beberapa gerbong bahkan ada yang 2-1 dan 1-1, memudahkan alur penumpang jalan kaki. 

Bertemu teman baru


Berhari-hari di kereta ketika perjalanan panjang, duduk bersama orang lain di gerbong makan, berjalan di koridor. Semuanya membuka kesempatan berbicara dengan orang baru!


Pramugari di kereta api supercepat Cina. Foto: AP/Eugene Hoshiko

Ramah penyandang cacat


Beberapa gerbong di negara maju sudah dirancang untuk mengakomodir penyandang cacat yang berada di atas kursi roda. 

Ruang kaki yang luas


Rata-rata konfigurasi kursi di gerbong kereta api menyediakan ruang kaki yang lebih luas untuk kita meluruskan kaki, sesuatu yang kita harus bayar lebih di pesawat!

Sigit Adinugroho dapat dikunjungi di blog perjalanannya, www.ranselkecil.com.

Tidak ada komentar: