Search

Kamis, 05 Mei 2011

Tentang Energi: Saatnya Bermain yang Baru

Pekerja memperbaiki instalasi 
listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi di kawasan Tangerang, Banten, 
Minggu (03/04). (portaltiga/EF Raharjo)
Pekerja memperbaiki instalasi listrik Saluran Udara Tegangan Tinggi di kawasan Tangerang, Banten, Minggu (03/04). …


Rasio elektrifikasi di Indonesia tergolong rendah. Karena itu, wajar saja jika tahun ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) berupaya menaikkan rasio itu menjadi setidaknya 70 persen di seluruh provinsi. Maklum saja, di sejumlah provinsi di Indonesia Timur khususnya, rasio elektrifikasi masih di bawah 60 persen. Untuk mencapai target itu, PLN telah menyiapkan dana Rp 5 triliun.

Yang menarik dicermati, PLN kian serius untuk memanfaatkan energi bersih terbarukan seperti panas bumi (geotermal), matahari, air, dan arus laut. Selama ini, khususnya untuk wilayah Indonesia Timur dan wilayah terpencil, PLN kebanyakan memakai bahan bakar minyak yang ongkosnya tinggi.

Tentu menggembirakan ketika mengetahui bahwa perusahaan setrum negara ini menyiapkan Rp 900 miliar untuk membangun 100 pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah Indonesia Timur. Satu pulau di wilayah tersebut membutuhkan investasi sekitar Rp9 miliar. Sedangkan targetnya adalah 100 pulau.

Ke-100 PLTS ini rencananya akan memasok listrik berkapasitas total 18.150 kilowatt pick (KWP). Daya ini bisa mengalirkan listrik ke 30 ribu pelanggan baru. Investasi yang besar ini diperlukan karena selain membangun pembangkit, PLN juga akan membangun trafo dan jaringan. Lalu, PLN juga akan membangun baterai yang berfungsi menyimpan listrik. PLN memperkirakan, panjang jaringan sambungan yang dibutuhkan untuk menyalurkan listrik dari 100 PLTS ke pelanggan mencapai 932,25 meter.

PLN juga melirik tenaga arus laut. Wilayah perairan Indonesia, terutama selat-selat yang menghadap Lautan Hindia dan Samudra Pasifik ternyata memiliki arus laut yang kuat sehingga menyimpan potensi yang bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membangkitkan energi listrik dari sumber energi yang terbarukan.

Di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, berdasarkan hasil riset yang dikembangkan Badan Pengkajian dan PPT dari 10 selat yang ada di wilayah perairan ini, bisa dihasilkan  energi listrik hingga 3.000 MW. Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah menyebutkan, pada 2050, energi yang dihasilkan dari lautan bisa mencapai 6.000 MW.

Perlu diingatkan bahwa sepertinya sudah menjadi takdir Tuhan, Indonesia dianugerahi kekayaan sumber energi yang bervariasi. Selain energi yang disebutkan di atas, Indonesia juga punya cadangan minyak dan gas bumi. Batu bara melimpah. Angin juga ada. Panas bumi malah nomor satu terbesar di dunia. Belum lagi sumber daya alam hayati yang bisa digunakan sebagai bahan bakar nabati, seperti kelapa sawit, maupun jarak pagar.

Tetapi rupanya beragamnya sumber energi itu, membuat Indonesia tidak fokus dalam mengembangkan sumber energi alternatif. Semuanya dikembangkan. Akibatnya, ketika sumber energi primer yakni minyak dan gas bumi, harganya kian meroket, Indonesia seperti ketinggalan kereta. Sehingga langkah PLN ini memang selayaknya untuk didukung, karena bagaimanapun minyak bumi, gas bumi, dan batu bara bakal habis. Kita butuh energi yang terbarukan.

Tidak ada komentar: